Infokumnews Infokum Infokumnews.com
  • Sel. Jun 16th, 2026

Kemenkes RI: Waspada Tren Peningkatan Kasus Hantavirus, 23 Kasus Terdeteksi di 9 Provinsi


  1. infokumnews.com, Jakarta – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memberikan pernyataan resmi terkait perkembangan kasus Hantavirus di tanah air. Berdasarkan data surveilans dalam tiga tahun terakhir, tercatat sebanyak 23 kasus konfirmasi positif dengan angka kematian mencapai 3 jiwa.

Meskipun bukan merupakan patogen baru, Kemenkes mencatat adanya lonjakan signifikan pada tahun 2025 yang menjadi periode dengan temuan tertinggi, yakni 17 kasus teridentifikasi.

Sebaran Geografis dan Identifikasi Virus
Kasus Hantavirus di Indonesia saat ini dilaporkan tersebar di sembilan provinsi strategis, meliputi:

Pulau Jawa: DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta.

Luar Jawa: Termasuk di antaranya Kalimantan Barat dan provinsi lainnya.

Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa mayoritas kasus di Indonesia disebabkan oleh Seoul Virus (SEOV). Kemenkes menegaskan bahwa jenis ini berbeda dengan Andes Virus yang sempat menjadi perhatian di kancah internasional, namun tetap memerlukan penanganan medis yang serius.

Mekanisme Penularan
Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, seperti tikus dan celurut yang terinfeksi. Penularan ke manusia dapat terjadi melalui beberapa jalur:

Kontak Langsung: Gigitan hewan pengerat.
Sekresi: Kontak dengan urine, feses, atau air liur tikus.

Udara (Airborne): Menghirup debu atau partikel yang telah tercemar kotoran tikus yang terinfeksi.
Imbauan dan Tindakan Pencegahan
Menanggapi tren kenaikan kasus ini, Kementerian Kesehatan menginstruksikan masyarakat untuk memperketat protokol kebersihan lingkungan guna memutus rantai penularan. Langkah-langkah preventif

meliputi:
Sanitasi Lingkungan: Menutup akses masuk tikus ke dalam rumah dan menjaga kebersihan gudang serta area lembap.

Perlindungan Diri: Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi tercemar kotoran tikus.

Hindari Kontak: Meminimalisir interaksi langsung dengan tikus liar di lingkungan pemukiman.

“Kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan adalah kunci utama dalam menekan angka penyebaran Hantavirus. Kami mengimbau warga untuk segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala demam akut setelah melakukan kontak dengan area yang dihuni hewan pengerat,” ujar perwakilan Kemenkes RI.

(Red)

\ Get the latest news /

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP