Infokumnews Infokum Infokumnews.com
  • Sen. Mei 25th, 2026

Tragedi Mengerikan di Bandara Sheremetyevo: Mekanik Tersedot Mesin Pesawat dan Tewas Seketika

Infokumnews.com, Sheremetyevo, Moskow — Sebuah insiden tragis yang menyayat hati terjadi pada tanggal 23 Juli 2004 di Bandara Internasional Sheremetyevo, Moskow. Seorang mekanik muda berusia 26 tahun kehilangan nyawanya dalam sebuah kecelakaan kerja yang mengerikan dan sulit dilupakan.

Kala itu, sebuah pesawat Boeing 737 milik maskapai Astana Air asal Kazakhstan tengah menjalani prosedur uji coba mesin sebelum lepas landas. Seperti biasa, para kru dan teknisi menjalankan tugas mereka di sekitar landasan. Namun, tanpa disadari, seorang mekanik berdiri terlalu dekat dengan salah satu mesin jet yang dalam proses dinyalakan.

Dalam hitungan detik, mesin pesawat yang bertenaga tinggi itu menyedot tubuh sang mekanik ke dalam baling-baling turbin. Peristiwa itu terjadi begitu cepat dan kejam, hingga tubuh korban langsung hancur menjadi serpihan-serpihan kecil yang berserakan di landasan. Para saksi mata hanya bisa terpaku menyaksikan kejadian tersebut, dan banyak di antaranya mengalami trauma berat.

Apa yang Terjadi Saat Tubuh Tersedot Mesin Jet?

Kecelakaan seperti ini dikenal sebagai “ingestion incident” dalam dunia penerbangan, dan sangat jarang terjadi. Mesin jet komersial memiliki kekuatan hisap yang luar biasa besar, terutama saat idle power atau saat proses warm-up. Dalam radius beberapa meter, apapun yang terlalu dekat bisa tersedot masuk dengan kekuatan brutal.

Tubuh manusia, jika tersedot ke dalam mesin jet, akan mengalami dekomposisi instan akibat tekanan, suhu tinggi, serta kekuatan baling-baling turbin. Dalam kasus seperti ini, para ahli forensik menyebutkan bahwa kematian korban terjadi dalam waktu sangat singkat—bahkan kurang dari satu detik.

Namun, pertanyaan yang sering muncul dan mengusik pikiran banyak orang adalah: apakah korban sempat merasa sakit atau sadar sebelum kematiannya?

Apakah Korban Sempat Merasakan Sakit?

Secara medis dan neurologis, tubuh manusia tidak memiliki waktu cukup untuk memproses rasa sakit dalam situasi seperti ini. Proses hisapan dan penghancuran tubuh oleh mesin jet terjadi begitu cepat dan ekstrem, sehingga sistem saraf korban kemungkinan besar langsung terputus. Dengan kata lain, kematian terjadi seketika dan tanpa rasa sakit yang bisa disadari oleh otak.

Namun, ada kemungkinan—walau kecil—bahwa dalam sepersekian detik sebelum tubuh hancur sepenuhnya, otak korban masih sempat memproses kejadian tersebut. Tapi rentang waktu itu sangat singkat, sehingga mustahil bagi manusia untuk benar-benar “merasakan” secara utuh atau menyadari dengan penuh apa yang terjadi.

Pengingat Akan Bahaya dan Pentingnya Prosedur Keamanan

Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi dunia penerbangan tentang pentingnya mengikuti protokol keamanan secara ketat. Seorang mekanik yang berpengalaman pun bisa menjadi korban jika satu kesalahan kecil terjadi di lingkungan kerja seberbahaya bandara.

Industri penerbangan telah banyak belajar dari insiden seperti ini dan memperketat aturan keamanan di area apron dan mesin pesawat. Peringatan keras, pelatihan intensif, serta zona aman kini menjadi hal yang wajib diterapkan di setiap bandara besar di dunia.

(Red)

\ Get the latest news /

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP