Infokumnews Infokum Infokumnews.com
  • Sel. Mei 26th, 2026

Oknum Mabes Polri Jadi Bos Mafia Solar di Kerawang ; Rakyat Dikhianati, Negara Dirampok

Infokumnews.com Karawang – Skandal penyalahgunaan BBM bersubsidi di Karawang kembali menyingkap wajah kelam bisnis haram mafia solar. Kali ini, bukan sekadar jaringan gelap biasa, melainkan muncul dugaan keterlibatan langsung seorang perwira polisi dari Mabes Polri yang dengan bangga mengaku sebagai pemilik mobil boks pengangkut solar subsidi.

Awak media mendapati praktik kotor itu di SPBU 34.41316, Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sebuah mobil boks bernopol B 8616 QJ kedapatan melakukan pengisian solar subsidi sebanyak 147 liter dalam sekali transaksi.

Jumlah ini jelas tidak masuk akal, mengingat kapasitas tangki mobil boks standar hanya puluhan liter.Setelah ditelusuri, mobil ternyata sudah dimodifikasi dengan dua kempu raksasa berkapasitas 4 ribu liter.

 

Sopir bernama Adit yang diwawancarai mengaku hanya sebagai pekerja. “Saya cuma pekerja, semua sudah difasilitasi bos,” ujar Adit, Rabu Dinihari (10/9/25).

Lebih mengejutkan lagi, di dalam kendaraan ditemukan puluhan pelat nomor palsu dan barcode palsu yang dipakai untuk menipu sistem SPBU. Fakta ini memperlihatkan bahwa operasi mafia solar bukanlah kerja individu, melainkan sindikat yang rapi, terstruktur, dan punya backing kuat.

Adit juga blak-blakan soal praktik “uang pelicin” di SPBU. “Kalau isi Rp500 ribu, saya kasih tips Rp20 ribu ke operator,” katanya.

Namun, puncak keterkejutan terjadi ketika Adit menghubungi bosnya. Dari sambungan telepon, seorang pria dengan lantang memperkenalkan diri sebagai AKP Nando dari Mabes Polri, Reskrim Unit 1.

“Mobil itu milik saya. Kalau di Karawang baru dua hari jalan, di Jakarta sudah dua bulan. Solar ini nantinya untuk proyek perumahan di Bekasi,” ujar suara yang mengaku AKP Nando, tanpa sedikit pun rasa takut atau malu.

Pernyataan tersebut bagaikan tamparan telak bagi institusi kepolisian. Jika benar adanya, ini bukan lagi sekadar dugaan keterlibatan aparat, melainkan seorang perwira aktif yang dengan sadar menjadi bos mafia solar.

Ironinya, saat temuan ini hendak dilaporkan ke Satreskrim Polres Karawang, awak media malah mendapati ruang piket Satreskrim sepi tak ada anggota siaga.

Petugas yang seharusnya berjaga justru terlelap tidur.

Praktik mafia solar telah lama menjadi kanker yang merugikan negara hingga miliaran rupiah. Namun jika benar seorang perwira Mabes Polri berada di belakangnya, maka kasus ini adalah pengkhianatan terhadap rakyat sekaligus penghinaan terhadap marwah institusi kepolisian.

Rakyat kecil dikhianati, negara dirampok, dan aparat yang seharusnya menjadi tameng justru berubah menjadi mafia.

(Red)

\ Get the latest news /

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP