
Infokumnews.com, Sebuah pangkalan gas di Wanasari, Wanayasa – Purwakarta nampaknya kini menuai sorotan. Diduga pangkalan gas tersebut beroperasi di 2 lokasi terpisah namun hanya menggunakan 1 izin pangkalan, Jum’at 11/12/2025.
Informasi hasil investigasi tim dilapangan, bahkan menunjukan fakta bahwa pangkalan gas milik seseorang bernama Mugni itu menjual gas subsidi 3kg diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) Purwakarta yaitu Rp. 16,000. Diketahui pangkalan Mugni yang juga merupakan pengawas di SPBU Darusalam 3441121Wanayasa tersebut menjual dengan harga eceran dari 18rb-21rb (bahkan sebagian kesaksian warga mengatakan kalau ybs menjual dengan harga mencapai 25rb/tabung).
Hal ini semestinya menjadi atensi dari pihak-pihak terkait, penjualan gas LPG 3 kg diatas HET merupakan sebuah pelanggaran yang sanksinya hingga pemutusan / pencabutan izin. Beberapa warga mengakui tentang kelangkaan gas melon tersebut akhir-akhir ini, disebabkan adanya pembatasan jatah oleh Pertamina terhadap pangkalan-pangkalan nakal ini.
“Susah pak, sekarang-sekarang ini kadang mesti beli di agen besar pakai KTP dan KK” ujar salah seorang warga yang enggan diungkap identitasnya.
“Kalau disini kadang dijual mahal, 21rb, bahkan kemarin ada yang beli dengan harga 25rb/tabung” tutupnya.
2 pelanggaran tersebut agaknya dapat menjadi perhatian bagi pihak terkait, jangan sampai hal ini terus menerus dibiarkan sehingga mengakibatkan kelangkaan gas 3 kg subsidi itu dan justru tidak sesuai dengan maksud dan tujuan subsidi dari pemerintah pusat, yaitu untuk meringankan, membantu ekonomi masyarakat menengah kebawah (miskin).
(Red)
