Infokumnews.com, BEKASI (30 April 2026) – Estetika dan keselamatan publik di wilayah Pedurenan, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, kian terancam oleh semrawutnya kabel udara. Hingga saat ini, pemindahan jaringan utilitas ke sarana galian bawah tanah (SJUT) di kawasan tersebut tak kunjung terealisasi, memicu keresahan mendalam bagi warga dan pengguna jalan.
Pantauan di lokasi, khususnya di sepanjang wilayah RW.006 Padurenan, menunjukkan pemandangan “hutan kabel” yang saling melilit dan menjuntai rendah. Kondisi ini tidak hanya merusak wajah kota, tetapi juga menjadi bom waktu bagi keselamatan pengendara.

Kabel Menjuntai Sentuh Atap Kendaraan
Kritik tajam datang dari Suryono, atau yang akrab disapa Ketua Aing, seorang tokoh masyarakat setempat. Ia menegaskan bahwa penertiban kabel jangan hanya berfokus pada pusat kota, sementara wilayah pinggiran seperti jalan desa terabaikan.
“Jangan hanya di pusat kota saja penertiban dilakukan. Di jalan-jalan desa juga harus diperhatikan. Kabel-kabel ini makin lama makin turun, bahkan sudah ada yang mengenai atap mobil sedan. Bagaimana kalau yang lewat kendaraan lebih besar? Ini sangat membahayakan pengguna jalan,” ujar Suryono saat ditemui di lokasi.
Suryono mendesak agar instansi terkait segera mengeksekusi pemindahan kabel ke bawah tanah sebelum jatuh korban jiwa akibat jeratan kabel atau korsleting listrik.

Warga Resah: Antara Estetika dan Kemacetan
Senada dengan Suryono, seorang warga berinisial A mengungkapkan ketidaknyamanannya saat melintas di bawah tumpukan kabel yang tidak beraturan tersebut. Menurutnya, banyak kabel yang sudah tidak terikat dan jatuh ke permukaan jalan.
“Sangat terganggu. Kabelnya panjang, ada yang diikat dan ada yang dibiarkan turun saking banyaknya beban. Selain tidak enak dilihat, ini menyangkut keamanan kami yang setiap hari lewat di sini,” ungkap A.
Meski mendukung penuh langkah pemerintah untuk memindahkan kabel ke bawah tanah demi keamanan, warga memberikan catatan kritis terkait manajemen proyek. Mengingat jalur Pedurenan menuju Setu-Bantargebang merupakan jalur padat, warga meminta proses pengerjaan dilakukan dengan taktis.

“Saya setuju dipindahkan ke bawah agar lebih rapi. Namun, pengerjaannya jangan berlarut-larut karena wilayah ini sering macet parah, terutama saat jam berangkat dan pulang kantor. Jangan sampai proyeknya justru menutup jalan terlalu lama,” tambahnya.
Desakan untuk Instansi Terkait
Warga berharap Pemerintah Kota Bekasi dan dinas terkait segera mengambil langkah konkret untuk menertipkan kabel di sepanjang Jalan Raya Setu-Bantargebang hingga pemukiman di Mustika Jaya. Harapannya, transformasi infrastruktur digital dan kelistrikan melalui SJUT tidak hanya menjadi wacana, tetapi solusi nyata bagi kenyamanan warga Bekasi.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu respon dan tindakan nyata dari pihak otoritas terkait pembenahan jaringan utilitas di wilayah tersebut.
