Infokumnews Infokum Infokumnews.com
  • Sen. Mei 25th, 2026

Warga Setia Mulya gapura permai kembali menolak pembangunan SUTT 150KV

Kabupaten Bekasi – Infokumnews.com Kabel SUTT bertegangan 150KV putus, warga Setia Mulya kembali bersiap siaga untuk mencegah para pekerja dari PT. Bukaka dan PLN untuk melanjutkan penyelesaian penarikan kabel yang sempat tertunda dalam rangka pengamanan instalasi dan masyarakat.

Kini Aparat Gabungan terdiri dari kepolisian,Satpol PP dan TNI ikut mengamankan penyelesaian penarikan kabel SUTT di wilayah Dusun 1 kampung Pomahan Desa Setia Mulya Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi Guna mencegah hal hal yang tidak di inginkan pada Senin, 21/Juli/2025

kedatangan dari pihak PLN dan para petugas dari PT. Bukaka tidak berjalan mulus, warga setia Mulya kembali mencegah pembangunan Saluran Udara Tekanan Tinggi (SUTT) mereka protes akan hak haknya yang belum terselesaikan.

Beberapa Warga mencoba memblokir jalan menuju Tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) hingga terjadi insiden terdorongnya warga karna berdesak desakan, sampai membuat salah satu warga hampir jatuh ke parit dan 1 Warga Pingsan hingga di larikan ke hospital Tarumajaya.

Terkait ada insiden kabel putus, Kami sudah bersurat tertulis kepada Kapolsek Tarumajaya, agar ada pemeriksaan lapangan kenapa kabel itu putus, karna itu menyangkut keselamatan masyarakat jangka panjang, apakah kabel itu ISO atau Kabel KW ” Ujar Boy selaku Ketua Aliansi setia Mulya”

Team Infokumnews.com mencoba berkomunikasi kepada pihak PLN Terkait Putusnya kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

Dalam pelaksanaan pembangunan jaringan transmisi tegangan tinggi, pekerjaan penarikan dan penegangan (tensioning) konduktor dilakukan secara bertahap sesuai dengan prosedur teknis yang ditetapkan dalam SOP., pekerjaan penegangan konduktor idealnya diselesaikan segera setelah proses penarikan, guna menjaga stabilitas tegangan mekanis dan mencegah risiko kelelahan material.

namun, pada saat pelaksanaan di lapangan, terjadi penundaan penyelesaian pekerjaan akibat kendala sosial, berupa penghentian kegiatan di sekitar lokasi pembangunan. Penundaan ini menyebabkan pekerjaan tidak dapat dilanjutkan sesuai jadwal, sehingga proses penegangan tidak dapat segera diselesaikan.

Hal ini menyebabkan tegangan tidak merata dan terkonsentrasi di titik tertentu, terutama saat terjadi perubahan cuaca seperti suhu dingin atau angin, yang berpotensi menyebabkan kerusakan material.

Sebagai langkah evaluasi, dilakukan pengujian terhadap sampel konduktor yang diambil langsung dari lokasi. Hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa konduktor secara material memenuhi standar kekuatan tarik. Hal ini menunjukkan bahwa konduktor sesuai standar.

PLN memastikan bahwa pembangunan jaringan transmisi dilakukan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, standar teknis, serta komunikasi terbuka dengan masyarakat. Kami berkomitmen menyelesaikan proyek ini dengan menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian, baik dari sisi teknis maupun sosial. Sebagai bagian dari upaya mitigasi, PLN telah melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk percepatan pekerjaan, pemasangan pengaman tambahan, dan pemantauan berkala pada titik-titik tower. Ke depan, kami berharap masyarakat dapat memahami pentingnya proyek ini untuk kepentingan bersama dan senantiasa mengutamakan keamanan serta keselamatan di sekitar lokasi pekerjaan,” ujar Indra Dadang S., perwakilan dari PLN.

Kami Warga Setia Mulya khususnya untuk warga yang belum mendapatkan kompensasi sebagaimana mestinya, akan selalu menolak pembangunan SUTT yang jalurnya melintasi di atas atap rumah kami ” Ujar salah satu warga yang tidak ingin di sebutkan namanya ”

(A.pram)

\ Get the latest news /

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP