Kejadian tersebut membuat jalan menjadi licin dan berpotensi membahayakan pengendara yang melintas, terlebih insiden terjadi pada malam hari saat jarak pandang terbatas.
Salah satu warga, Dedi, mengaku terkejut saat lumpur tiba-tiba menyembur dari bekas galian.
“Saya lagi tugas, tiba-tiba lumpur keluar dari bekas galian pipa air PAM, sudah kayak di Lapindo,” ujarnya.
Warga menduga pengerjaan proyek tidak dilakukan secara maksimal dan kurang pengawasan. Bekas galian diduga tidak dipadatkan atau ditutup sempurna, sehingga saat tekanan air atau kondisi tanah berubah, lumpur kembali keluar ke permukaan.
Meski warga telah melapor kepada mandor proyek dan dilakukan pembersihan, hingga berita ini diturunkan sisa-sisa lumpur masih terlihat di lokasi. Lebih parah lagi, aspal di sekitar titik galian tampak retak dan bergelombang. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Ironisnya, proyek infrastruktur yang seharusnya meningkatkan pelayanan justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat. Warga meminta pihak kontraktor maupun instansi terkait tidak lepas tangan dan segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar pembersihan sementara.
Jika tidak segera ditangani serius, bukan tidak mungkin kejadian serupa akan terulang dan memakan korban.
Bambang Sugiarto melaporkan beserta team media dilapangan.
(Gins)
