Infokumnews Infokum Infokumnews.com

INFOKUMNEWS.COM

Deklarasi ‘Yakuza Maneges’ di Kediri: Gus Thuba Usung Misi Dakwah Inklusif bagi Masyarakat Marginal

ByRedaksi

Mei 15, 2026


Infokumnews.com, KEDIRI, 15 MEI 2026 – Sebuah gerakan sosial-spiritual baru bernama Yakuza Maneges resmi dideklarasikan di Kota Kediri, Jawa Timur. Di bawah kepemimpinan tokoh muda religius, Gus Thuba, organisasi ini hadir untuk mendobrak stigma negatif melalui pendekatan dakwah inklusif yang menyasar kelompok masyarakat marginal atau yang kerap dijuluki “santri jalur kiri.”

Meskipun menyandang nama “Yakuza”—yang lazimnya diasosiasikan dengan sindikat kriminal di Jepang—Gus Thuba menegaskan bahwa organisasi ini merupakan wadah pemberdayaan yang berlandaskan kemanusiaan dan spiritualitas.

Mewarisi Spiritualitas Gus Miek
Lahirnya Yakuza Maneges berakar kuat pada nilai-nilai yang diajarkan oleh ulama kharismatik asal Kediri, Gus Miek. Gus Thuba, yang memiliki nama lengkap Thuba Topo Broto Maneges, memposisikan organisasi ini sebagai metodologi dakwah lapangan untuk merangkul mereka yang selama ini dianggap terbuang oleh masyarakat.

“Organisasi ini berdiri dengan semangat spiritual dan kemanusiaan yang kuat. Yakuza Maneges adalah tempat bagi saudara-saudara kita yang sering disebut sebagai santri jalur kiri. Mereka bukan untuk dihakimi, melainkan dirangkul dan diberdayakan,” ujar Gus Thuba dalam sambutannya di Kediri (14/5).

Dukungan Pemerintah Daerah
Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati. Dalam sambutannya, Wali Kota Vinanda memberikan apresiasi positif atas inisiatif Gus Thuba. Kehadiran komunitas ini diharapkan dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam melakukan pembinaan sosial dan memperkuat kohesi masyarakat di Kota Kediri.

Ideologi dan Gerakan

Yakuza Maneges mengusung ideologi yang memandang kelompok preman, masyarakat marginal, dan individu yang “nakal” sebagai ladang dakwah yang esensial.

Fokus utama gerakan ini adalah:

Rehabilitasi Spiritual: Memberikan ruang bagi individu untuk mengenal sisi religius tanpa merasa dihakimi.
Pemberdayaan Sosial: Merangkul masyarakat marginal agar memiliki peran aktif dan positif di lingkungan mereka.

Inklusivitas: Menghapus sekat antara kelompok formal dengan kelompok yang selama ini termarjinalkan.
Dengan dideklarasikannya Yakuza Maneges, Gus Thuba berharap dapat melanjutkan estafet perjuangan ideologis Gus Miek dalam menyebarkan pesan damai dan kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.

Tentang Yakuza Maneges:

Yakuza Maneges adalah organisasi sosial-spiritual yang berbasis di Kediri, Jawa Timur. Fokus utama organisasi ini adalah pelayanan kemanusiaan dan dakwah inklusif bagi masyarakat marginal dengan mengedepankan pendekatan kasih sayang dan pemberdayaan.

(Red)

\ Get the latest news /

By Redaksi

Back to top