Infokumnews Infokum Infokumnews.com
  • Sel. Mei 26th, 2026

Langka, Fenomena Rashdul Qiblah Bertepatan dengan Hari Arafah 2026, Momentum Akurat Kalibrasi Arah Kiblat Global

Infokumnews.com, JAKARTA – Sebuah fenomena astronomi langka yang menggabungkan nilai ilmiah dan spiritualitas tinggi diprediksi akan terjadi pada Hari Arafah tahun 2026 (1447 H). Matahari diperkirakan akan melintas tepat di atas Ka’bah, Masjidil Haram, Makkah. Peristiwa yang dikenal dalam ilmu falak sebagai Rashdul Qiblah atau Istiwa A’zam ini menjadi momentum langka yang hanya berulang dalam rentang waktu puluhan tahun.

Mekanisme Alamiah Fenomena Istiwa A’zam
Fenomena ini terjadi ketika posisi deklinasi Matahari bernilai sama dengan lintang geografis Ka’bah, sehingga Matahari berada tepat di titik zenit (di atas kepala) bangunan suci tersebut. Implikasinya:
Sinar matahari akan jatuh tegak lurus, menyebabkan bayangan benda-benda vertikal di sekitar Ka’bah tampak seolah menghilang sesaat.

Bayangan benda tegak di wilayah lain yang masih terpapar sinar matahari akan mengarah tepat ke arah berlawanan dari posisi Ka’bah.

Penting untuk Masyarakat:

Fenomena ini adalah metode alami paling akurat bagi umat Islam di berbagai belahan dunia untuk memverifikasi, mengoreksi, dan meluruskan arah kiblat di rumah ibadah maupun kediaman masing-masing secara mandiri tanpa alat mutakhir.

Keistimewaan Spiritual dan Ilmiah
Para pakar astronomi dan ahli falak menegaskan bahwa Rashdul Qiblah kali ini sangat istimewa karena bertepatan langsung dengan Hari Arafah—puncak dari rangkaian ibadah haji. Keselarasan waktu ini menjadikannya salah satu peristiwa langit yang paling dinantikan oleh miliaran umat Muslim global di tahun 2026.

Selain aspek ibadah, peristiwa ini menjadi bukti nyata keteraturan pergerakan benda langit (sun-path) yang presisi, menegaskan kembali fungsi astronomi sebagai pilar navigasi peradaban manusia sejak berabad-abad lalu.

Panduan Praktis Verifikasi Kiblat Bagi Masyarakat:
Pastikan benda yang digunakan sebagai acuan (tiang, penggaris, atau sisi bangunan) benar-benar tegak lurus (menggunakan lot/unting-unting).

Lakukan kalibrasi tepat pada jam terjadinya fenomena (waktu spesifik wilayah Indonesia akan dirilis resmi oleh otoritas terkait menjelang hari H).

Tarik garis lurus dari bayangan benda menuju ke arah datangnya sinar matahari; garis tersebut adalah arah kiblat yang tepat.

Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan momentum langka ini dengan tetap mengikuti panduan resmi dari Kementerian Agama RI dan badan meteorologi/astronomi setempat demi menjaga ketertiban umum sesuai dengan hukum yang berlaku.

(Red)

\ Get the latest news /

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PAGE TOP