
INFOKUMNEWS.COM, JAMBI (3 November 2026) — Keputusan tidak dipertandingkannya nomor Traditional Boat Race (TBR) dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Dayung tahun ini sempat memicu kekecewaan mendalam di kalangan atlet dayung tradisional Provinsi Jambi. Menyikapi situasi tersebut, Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (Pengprov PODSI) Jambi, Raden Wawan, bergerak cepat dan mengambil langkah strategis dengan mendaftarkan langsung tim TBR PODSI Jambi ke ajang bergengsi Batam International Sea Eagle Boat.
Langkah tegas ini diambil sebagai wujud nyata komitmen kepemimpinan dalam menjaga asa, motivasi, dan keberlanjutan pembinaan para atlet yang telah berlatih keras.
Landasan Hukum Komitmen Pembinaan Atlet
Tindakan Pengprov PODSI Jambi ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, khususnya:
Pasal 52 ayat (1): Bahwa induk organisasi cabang olahraga bertanggung jawab melakukan pembinaan dan pengembangan olahraga secara terencana, berjenjang, dan berkelanjutan.
Pasal 86: Yang menjamin hak-hak atlet untuk mendapatkan kesempatan bersaing, meningkatkan prestasi, serta memperoleh perlindungan dan pembinaan yang layak tanpa diskriminasi.
Menjaga Semangat dan Mengukir Prestasi Internasional
Raden Wawan menegaskan bahwa keikutsertaan dalam ajang Batam International Sea Eagle Boat bukan sekadar penawar kekecewaan, melainkan momentum bagi atlet Jambi untuk membuktikan kualitas mereka di level yang lebih luas dan kompetitif.
“Dukungan terhadap atlet tidak boleh kendur hanya karena keterbatasan ruang tanding di tingkat nasional. Ketika pintu Kejurnas tertutup untuk nomor TBR, tugas kita adalah membuka pintu kompetisi lain yang bahkan lebih bergengsi. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan organisatoris PODSI Jambi untuk memastikan keringat para atlet tidak sia-sia,” tegas Raden Wawan.
Melalui kepastian tampil di Batam, para atlet TBR Jambi diimbau untuk tetap optimistis, menjaga soliditas tim, serta melipatgandakan intensitas latihan demi mengharumkan nama Provinsi Jambi di panggung internasional.
Langkah solutif ini sekaligus memberikan sinyal kuat bahwa sistem pembinaan olahraga dayung di Provinsi Jambi tetap berjalan dinamis, responsif, dan berorientasi pada masa depan para atletnya.
(Red)
