Infokumnews Infokum Infokumnews.com

INFOKUMNEWS.COM

Revolusi Pembinaan: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Resmi Masuk Lapas, Berdayakan Warga Binaan

ByRedaksi

Mei 9, 2026

Infokumnews.com, BANDUNG, 9 Mei 2026 – Pemerintah secara resmi memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke dalam sektor pemasyarakatan. Langkah strategis ini diawali dengan peresmian operasional dapur MBG di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin, yang menandai babak baru kolaborasi antara program sosial nasional dengan penguatan fungsi pembinaan warga binaan.

Pemberdayaan Ekonomi dan Peningkatan Keterampilan

Berbeda dengan operasional dapur pada umumnya, program ini mengintegrasikan aspek pemberdayaan secara penuh. Warga binaan dilibatkan langsung sebagai tenaga operasional dapur dan berhak mendapatkan upah resmi (premi) atas pekerjaan mereka.

Inisiatif ini dirancang untuk mencapai dua target utama:

Dukungan Logistik Nasional: Menjadikan Lapas sebagai basis produksi pangan bergizi yang efisien.

Resosialisasi Produktif: Memberikan keterampilan kerja nyata (vocational training) bagi warga binaan sebagai bekal kemandirian ekonomi saat kembali ke masyarakat nanti.

Kepatuhan Regulasi dan PNBP

Pemerintah menegaskan bahwa pemanfaatan lahan dan fasilitas di lingkungan Lapas serta Rutan untuk program MBG tetap berdiri di atas koridor hukum yang ketat. Seluruh aktivitas kerja sama ini mencakup kewajiban pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada kas negara, memastikan bahwa program ini tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga memberikan kontribusi finansial pada pendapatan negara.

Langkah Awal Menuju Ekspansi Nasional

Lapas Sukamiskin dipilih sebagai lokasi rintisan (pilot project) sebelum program ini direplikasi secara masif ke berbagai Lapas dan Rutan di seluruh Indonesia. Kapasitas produksi akan terus ditingkatkan secara bertahap menyesuaikan dengan kebutuhan distribusi program MBG di wilayah terkait.

“Program ini bukan sekadar urusan pemenuhan nutrisi, melainkan sebuah pendekatan humanis dalam sistem pemasyarakatan. Kami mengubah wajah Lapas dari pusat penahanan menjadi pusat produktivitas yang mendukung agenda strategis nasional,” ujar juru bicara otoritas terkait.

Kehadiran dapur MBG di balik jeruji besi ini diharapkan menjadi standar baru bagi program pembinaan di Indonesia—sebuah sinergi yang membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk kontribusi sosial yang nyata.

 

(Red)

\ Get the latest news /

By Redaksi

Back to top